Berpikir, menulis dan berkarya bagi Bangsa dan Negara
Menjadi pemuda harapan Bangsa dan Negara, pinginnya sih gitu :)

Rabu, 17 November 2010

OPC

Peta proses operasi adalah peta kerja yang menggambarkan urutan kerja dengan jalan membagi pekerjaan tersebut menjadi elemen-elemen operasi secara detail. Tahapan proses operasi kerja harus diuraikan secara logis dan sistematis. Dengan demikian keseluruhan operasi kerja dapat digambarkan dari awal sampai menjadi produk akhir sehingga analisa perbaikan dari masing-masing operasi kerja secara individual maupun urutannya secara keseluruhan akan dapat dilakukan.

Sumber yang lain menyebutkan bahwa OPC didefinisikan sebagai sebuah diagram yang disajikan dalam gambar secara keseluruhan hanya dengan simbol operasi dan inspeksi (operation and inspection). Catatan singkat untuk setiap operasi atau inspeksi dibuat di samping simbol.

Pembuatan OPC ini memerlukan data-data/informasi identifikasi seperti:
nama part, nomor part, nama operator, nama departemen, kondisi lingkungan, dan lain-lain. OPC juga melibatkan studi mengenai assembly part membentuk produk dan proses manufaktur dari beberapa part. Pisahkan part utama yang menjadi pusat assembly dan letakkan di sudut kanan lembar OPC. Setiap operasi dan inspeksi harus diberi nomor dan simbolnya dirangkai membentuk garis vertikal dan horisontal.

Contoh OPC sederhana dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 2.1 Diagram OPC (Operational Process Charts) HP Mainan

Untuk bisa menggambar peta operasi ini dengan baik, ada beberapa aturan dasar yang perlu dipahami dan diikuti sebagai berikut:
1. Pertama kali tentukan dahulu apakah peta yang akan dibuat merupakan material process chart ataukah man process chart.
2. Selanjutnya pada baris paling atas perlu ditulisakan “Peta Proses Operasi” dan seterusnya tulis semua identifikasi kerja lainnya seperti: nama obyek, nomor benda kerja dan lain-lain.
3. Material yang akan diproses diletakkan di atas garis horizontal yang akan menunjukkan bahwa material tersebut masuk dalam proses kerja.
4. Lambang atau symbol ASME ditempatkan dalam arah vertical secara berurutan yang menunjukkan terjadinya perubahan proses untuk setiap simbolnya
5. Penomoran terhadap kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan urutan operasi yang diperlukan untuk pembuatan produk tersebut atau sesuai dengan proses terjadi. Penomoran terhadap kegiatan pemeriksaan (inspeksi) diberikan tersendiri dan aturannya sama dengan \aturan pemberian nomor pada proses operasi.
6. Agar diperoleh gambar peta proses operasi yang baik, maka produk yang paling banyak memerlukan proses operasi yang harus diperhatikan terlebih dahulu dan digambarkan pada garis ancer l paling kanan sendiri.
(Wignjosoebroto,1995)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar